MHI (Malindo Hari Ini) 28/07/2008

Indonesia

Presiden SBY akan boikot Uni Eropa dengan membatalkan sejumlah kunjungan kenegaraan ke pelbagai negara Uni Eropa sebagai bentuk pembalasan atas diperpanjangnya larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke kawasan Eropa.

>>>Mengapa tidak sekalian boikot semua produk Eropa? Pasti kita sendiri yang bakal kerepotan )

Advertisements

MHI (Malindo Hari Ini) 10/6/2008

Indonesia:

Pemerintah Indonesia, akhirnya, semalam mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKP) 3 Menteri pasal Ahmadiyah. Malam itu juga Panglima Laskar Pembela Islam, Munarman, menyerahkan diri kepada polisi. Pemerintah sendiri sepertinya hanya ingin bermain ‘aman’.

>>>Apakah ini solusi yang diinginkan oleh semua pihak? Apakah dengan ini kekerasan oleh siapapun, juga oleh FPI dan kelompok Islam garis keras lainnya, akan berhenti? Apakah dengan bermain ‘aman’ SBY-JK pantas dipilih lagi di Pemilihan Presiden secara langsung 2009?

Malaysia:

Kerajaan, akhirnya, mengekor langkah Indonesia menaikkan harga minyak. Malah, petrol, harganya naik sehingga lebih dari 40%. Bezanya, meskipun di Malaysia ramai pula rakyat yang bising, tapi tak ada aksi tunjuk perasaan serupa di Indonesia.

>>>Dari segi harga minyak kita serumpun, pasal tunjuk perasaan beza kepentingan (atau keberanian?)

MHI (Malindo Hari Ini), 29/5/2008

Indonesia:

Bekas Presiden BJ. Habibie menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar jangan memilih calon presiden dan wakil presiden yang hanya mampu memberikan janji-janji tapi tak mampu memenuhinya. (Radio Elshinta, 29/5)

>>> Jangan salah. Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang sekarang kata para pemerhati politik Indonesia justeru sudah menepati janji untuk tidak memenuhi janji-janji kampanyenya.

Malaysia

Bekas Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad setakat ini adalah blogger. Laman weblognya, konon, sudah dilayari hampir satu juta pelawat dalam masa kurang dari sebulan. (Dunia Tiger)

>>>Alamak, blog Malindo Kini yang saya tubuhkan bulan lepas malah baru dilayari ratusan pelawat. Apakah itu maknanya rakyat Malaysia masih merindukan TDM?