Lawatan Menteri Luar Malaysia ke Jakarta (5/5/08)

Sempena lawatan kerja 3 hari Menteri Luar Dato Seri Dr. Rais Yatim ke Jakarta, beliau berjumpa dengan para pemimpin Indonesia. Isnin pagi, pukul 8.30, beliau berjumpa Menteri Luar Indonesia, Dr. Hasan Wirayuda, diteruskan bilateral meeting 1+6 antara kedua-dua negara.

Dalam mesyuarat itu kedua-dua negara bersetuju untuk segera mengambil langkah-langkah nyata mempercepat komitmen-komitmen yang telah dicapai dalam pertemuan konsultasi kedua kepala negara awal tahun ini di Malaysia.

Jurubicara Kementerian Luar Indonensia, Kristiarto Soeryo Legowo, mengatakan, “Mereka sepakat untuk dapat segera mengambil langkah-langkah mempercepat komitmen-komitmen yang telah dicapai (dalam konsultasi tahunan tingkat kepala negara),” kata Kristiarto.

Menurut Jurubicara Kementerian Luar Indonensia, Kristiarto Soeryo Legowo, sekalipun sifat lawatan Menteri Luar Malaysia adalah lawatan perkenalan namun keduanya mempergunakan kesempatan pertemuan itu untuk menindaklanjuti hasil konsultasi tahunan kedua kepala negara pada 11 Januari 2008 di Kuala Lumpur.

Sejumlah isu yang dibicarakan, antara lain penyelesaian masalah sempadan, visa pelajar, perlindungan pekerja Indonesia, pemajuan pertukaran kunjungan pemuda RI-Malaysia dan peningkatan hubungan masyarakat media kedua belah pihak.

Pasal isu sempadan, menurut Kristiarto, kedua menteri luar sepakat untuk membawa sejumlah aspek dalam perundingan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat teknis ke tingkat yang lebih tinggi.

Perundingan mengenai masalah sempadan kedua negara di tingkat teknikal terakhir kali dilakukan pada 21-22 Februari lepas.

Masalah sempadan kedua negara yang belum terselesaikan adalah masalah batas kawasan maritim di Selat Malaka, China Selatan dan laut Sulawesi, serta sempadan darat di Kalimantan Timur-Sabah dan Kalimantan Barat-Sarawak.

Mengenai masalah penanganan pekerja Indonesia di Malaysia, kedua negara sepakat untuk meningkatkan perlindungan bagi para pekerja.

Pada kesempatan itu juga dicapai kesepakatan bahwa Menlu RI akan melakukan kunjungan ke Malaysia pada Juni sekaligus memperkenalkan anggota kelompok pakar ulung (Eminent Person Group/EPG) yang disepakati pada pertemuan konsultasi tahunan kedua kepala negara.

“Tujuh anggota EPG itu akan diperkenalkan secara resmi bersamaan dengan kunjungan Menlu,” kata Kristiarto seraya menambahkan bahwa proses pemilihan anggota EPG masih berlangsung.

Dalam mesyuarat konsultasi tahunan kedua negara sepakat untuk membentuk tim EPG yang akan memberikan masukan kepada kedua pemerintah mengenai isu-isu Malaysia-Indonesia.

“Masalah antara dua negara yang bertetangga itu akan selalu ada, tetapi yang terpenting adalah kehendak untuk menyelesaikannya,” ucap Dato Seri Dr. Rais Yatim sebelum bertolak ke Manila.

Advertisements