Dai Bachtiar, Duta Besar Indonesia ke Malaysia

Bekas kepala polisi Indonesia Jenderal Da’i Bachtiar, resmi ditunjuk pemerintah menjadi duta besar yang baru di Malaysia untuk mengisi pos yang sudah kosong sejak setahun lalu. Ini memperpanjang daftar bekas kepala polisi yang menempati pos duta besar di Malaysia. Sebelumnya, bekas kepala polisi Jenderal Rusdiharjo juga pernah dikirim ke Kuala Lumpur sebagai duta besar oleh pemerintah Indonesia.

Da’i Bachtiar yang pernah memimpin kepolisian Republik Indonesia sejak 2001 hingga 2005 mengatakan bahwa ia akan mempererat hubungan dua negara, Malaysia dan Indonesia, ke peringkat yang lebih baik lagi. Da’i berkata, “Hubungan dekat antara dua negara ini tidak terlepas dari masalah yang memerlukan kebijaksanaan untuk mengatasinya dengan baik. Ibarat menarik ramput dari tepung, rambut jangan putus dan tepung jangan berhamburan”.

Malah Da’i juga mengisyaratkan bahwa hubungan Malaysia-Indonesia menjadi tonggak hubungan negara-negara serantau ASEAN. “Dua negara kita ibarat payung bagi Asean, dan pelbagai masalah yang muncul sebagai tetangga dengan perbatasan laut dan darat yang sangat panjang, dan hubungan antara penduduk yang giat, tentunya banyak hal yang terjadi.”

Da’i Bachtiar yang lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 25 Januari 1950, dikenali mempunyai banyak sahabat di Malaysia, sehiangga ia diyakini mampu menjadi wakil pemerintah Indonesia yang cakap dan memperolehi sambutan baik di Malaysia.

Malah Duta Besar Malaysia ke Indonesia, Datuk Zainal Abidin Mohamad Zain juga meyakini bahwa penugasan Da’i Bachtiar ke Kuala Lumpur akan memperkukuhkan hubungan dua negara serumpun ini.

7 Comments

  1. Pak Da’i harus lebih baik. Hubungan Malindo sudah carut-maut. Khususnya masalah TKI. Jangan seperti Kapolri yang lama, Pak Rusdiharjo, yang pernah jadi duta besar di KL tapi sekarang terpaksa berurusan dengan KPK karena tuduhan korupsi. Pak Da’i, keep clean lah….

  2. Walaaahhh polisi lagi……. Kan Polri dan DPR menurut survey merupakan lembaga paling korup di Indonesia. Sepertinya Malaysia menjadi jatah (tempat buangan) para bekas kapolri. Dulu jenderal Suroyo Bimantoro juga pernah ditunjuk Gus Dur jadi dubes di sana. Ga tahu jadi apa kagak ya?

  3. Pak da’i bachtiar yang terhormat , perkenalkan nama saya hendra dan saya mahasiswa di sunway college di malaysia . saya ada permasalahan dalam hal pengurusan visa , visa saya terhitung masa berlakunya sampai dengan 03 juli 2008 , dan yang saya keluhkan saat ini adalah pada waktu bulan maret saya mau memperpanjang visa saya dan hal itu tidak di perbolehkan dengan alasan masi terlalu lama , dan mereka menyuruh saya mengurus pada waktu bulan juni tepat nya tanggal 03 , dan yang menjadi masalah saya saat ini adalah waktu liburan saya tanggal 15 juli saya harus pulang ke indonesia karena akan melakukan operasi kecil. mereka dengan enteng nya visa ini baru akan selesai 2 bulan kemudian . apakah memang begitu lama proses pengurusan visa tersebut ? dan apakah memang negara kita ini sudah tidak dianggap lagi sm malaysia … padahal menurut saya negara kita jauuhhhhh lebih hebat dari malaysia , VIVA INDONESIAKU ….

  4. Hendra,

    Kami akan bantu teruskan masalah ini kepada pihak Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Apakah mereka boleh membantu atau tidak. Harap-harap masalah Hendra dapat diselesaikan.

    Terimakasih kerana telah singgah ke weblog ini. Ajak rakan-rakan mahasiswa lain membaca dan menyumbang tulisan berkenaan apapun di weblog ini.

    Salam Malindo Kini!

    • sabar bro.. imigrasi malaysia emang gt.. tp ga semua.. gw sering bgt dari spore mo nyebrang ke johor.. klo lewat imigrasi malaysia emang kayak seenaknya gt.. mereka ngelayanin kita smbil ngobrol sm orang lain trus maen lempar2 paspor orang seenaknya.. tp seperti yg gw td.. ga semua begitu.. ada juga yg ramah.. emang sih kebanyakan yg memuakkan drpada yg ramah.. yg paling parah gw pernah di tahan gara2 bawa laptop.. padahal mo buat tugas di rumah tmn gw di jb.. gilaaaa.. udah kyk teroris gw ditanya2in.. padahal mereka lupa yg neror negara kita itu siapa..
      cheers..

      NKRI harga mati…

  5. hi… apa komentar anda tentang manohara yg akhirnya bisa pulang ke indo dgn bantuan dari US Embassy??

    • Maggie, kita semua bersyukur Manohara akhirnya bisa pulang ke rumah orang tuanya. Komentar saya? semua patut disyukuri dan diambil hikmahnya. oleh semua pihak tentunya. Bukan saja oleh Manohara dan keluarganya, serta keluarga kerajaan Kelantan, tapi juga oleh pemerintah Indonesia (dalam hal ini kedutaan besar di Kuala Lumpur). Tetapi yang patut juga dipahami, ini adalah kasus kdrt, kasus rumah tangga, yang bisa terjadi pada keluarga siapapun. Tentu menjadi ramai karena menyangkut keluarga kerajaan. padahal kasus begini juga banyak sekali terjadi di keluarga biasa di Indonesia.

      Satu hal lagi, adalah tidak mudah mewujudkan mimpi cinderla, dan masuk ke dsalam keluarga kerajaan (di manapun). Ingat kasus tidak bahagianya Puteri Diana di Inggris?

      Salam.

      Malindokini blog master


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s