Malaysia Hentikan Pekerja Asing

Malaysia akan hentikan penggunaan pekerja asing yang jumlahnya sekitar 3 juta orang. Hal ini dilaporkan harian The Star, rabu (16/4), mengutip pernyataan Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar. Sebagian pekerja asing di Malaysia itu ilegal. Kerajaan memperkirakan ada 500 ribu hingga 700 ribu pekerja ilegal di seluruh wilayah Malaysia. Pada 2009, Malaysia akan mengirim pulang seputar setengah juta pekerja ilegal. Menurut Hamid Albar, hal ini dilakukan untuk mendesak syarikat pengguna pekerja asing untuk mulai mengguna pekerja tempatan. “Kami ingin menghapuskan sepenuhnya penggunaan pekerja asing. Kami memerlukan kerjasama dari pihak yang memakai jasa pekerja asing itu,” kata Hamid Albar.

Ia juga mengatakan bahawa pekerja ilegal termasuk salah s atu persoalan terbesar yang dihadapi Malaysia. Supaya masalah itu tak terus merongrong, Syed Hamid menilai perlu ada cadangan matang dan kolektif dari pelbagai pihak untuk menggantungkan diri kepada pekerja lokal dalam mengisi pelbagai lapangan pekerjaan yang ada.

Pekerja asing di Malaysia, terutama dari Indonesia, Nepal, Bangladesh, dan India, bekerja sebagai pekerja kasar di perkebunan, pembantu rumah tangga, pelayan, dll. Sebelumnya kerajaan pernah melarang pekerja asing bekerja di sektor jasa, seperti hotel dan airport.

Sebenarnya cadangan ini pernah diprotes dan dianggap tidak terencana dengan baik. Selain itu dikhawatirkan akan menghancurkan industri di Malaysia yang sangat bergantung kepada pekerja asing. Bukan hanya itu, cadangan itu juga dikhawatirkan menyinggung perasaan negara asal para pekerja asing tersebut. Tetapi kerajaan tetap berkukuh pada cadangan itu. 2009, diharapkan Malaysia sudah boleh mengurangkan pekerja asing menjadi 1,8 juta, dan dianggarkan pada 2015 tinggal 1,5 juta saja. (sumber KOMPAS)