Amrozy dkk: Mengitung hari hukuman mati

Imam Samudera

Di tengah polemik masih perlu atau tidaknya hukuman mati di sistem hokum Indonesia, pemerintah seperti beradu cepat dengan waktu untuk melaksanakan eksekusi para terpidana mati. Dalam satu bulan ini saja, sudah 4 orang terpidana mati did or di depan regu tembak. Bandar narkoba dari Nigeria dieksekusi di Nusakambangan, seorang ubu bersama anaknya yang terlibat pembunuhan keluarga perwira angkatan laut juga di eksekusi di waktu yang sama, namun di depan regu tembak yang berbeda dan tempat yang berbeda. Kemudian seorang dukun yang tega membunuh beberapa orang pasiennya juga dieksekusi di daerah Serang.

Semua hukuman mati dilaksanakan seolah-olah memburu tenggat waktu, ketika itu hampir semua pejabat seolah mengakui, “kalau bisa sebelum hari ulang tahun Kejaksaan.” Wah!

Baru saja Jakasa Agung, juga beberapa pejabat lain, mengisyaratkan hukuman mati bagi pelaku bom Bali; Imam Samudera, Amrozi, dan Ali Gufron, segera dilaksanakan; “Kalau bisa sebelum bulan Ramadhan.”

Kalau menilik pengalaman 4 eksekusi bulan lalu, sepertinya Amrozi, Imam dan Ali Gufron ini tinggal menunggu hari. Malah beberapa selentingan mengatakan mereka akan di eksekusi di depan regu tembak sebelum peringatan hari kemerdekaan, 17 Agustus ini.

Menghitung hari, itu lah tepatnya. Malah teman-teman wartawan sudah pada sibuk kasak-kusuk mencari kabar kepastian hari H. Telepon sana-sini mencari kepastian hari dan lokasi. Tak bisa disalahkan, kerana sinyal semakin kuat.

Rabu lalu, 23/7, utusan dari Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri bali sudah datang ke Penjara Nusakambangan. Mereka membawa berkas penolakan PK (peninjauan kembali) oleh Mahkamah Agung untuk keduakalinya (atau ketiga kalinya?), sembari mengajukan tawaran permohonan grasi. Konon, Amrozi dan kawan-kawan sepakat untuk tidak mengajukan grasi. Artinya, tak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan oleh terhukum mati kasus terorisme ini.

Jaksa Agung pun sudah mempertegas sinyal itu. Eksekusi mati akan dilaksanakan di wilayah hukum Cilacap, besar kemungkinan di dalam wilayah pulau Nusakambangan. Tapi demi alasan kemanan waktunya masih dirahasiakan.

Bagaimana pun, pelaksanaan hukuman mati ini sangat ditunggu bukan saja oleh para wartawan di negeri ini, tetapi mata di seluruh dunia tengah menanti kapan Indonesia akan melaksanakan hukuman mati atas pelaku terorisme yang meledakkan bom mematikan di Bali itu.

Saya belum mendapatkan kabar dari pembela para terpidana mati ini. Apakah ada langkah hukum atau strategi lain lagi untuk mebatalkan pelaksanaan ekseksui, atau sekurang-kurangnya untuk mengulur waktu atau tidak. Tim Pembela Muslim biasanya mudah dihubungi untuk konfirmasi, tapi nampaknya saat ini mereka pun sedang sibuk mengatur langkah. Belum ada informasi apa pun dari mereka.

Juga belum ada kabar, kapan keluarga Imam Samudera, Amrozi dan Ali Gufron akan datang mengunjungi Nusakambangan untuk terakhir kali?

Sebelum Ramadhan? Sebelum 17 Agustus? Kapan? Marilah kita sama-sama menghitung hari.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s