Investor Malaysia sedia kerjakan jalan tol Bali

Gridcomm Shd. Bhd. dan Isyoda Corporation Berhad, dua investor asal Malaysia menawarkan pembangunan ruas Tol Denpasar – Nusa Dua dan Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua senilai Rp4,102 triliun.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi Bali Nyoman Puasha Aryana, mengatakan Pemprov Bali tengah merancang pembangunan jalan tol Denpasar-Nusa Dua, dan Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua.

Pembangunan jalan tol itu menurut dia, sangat mendesak dilakukan untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas, terutama pada ruas jalan yang dari dan ke Denpasar-Nusa Dua dan Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua.

“Kedua perusahaan itu telah menyatakan kesediaannya. Dari hasil kajian yang dilakukan kedua investor besar asal Malaysia itu, ruas tol akan dibangun di atas permukaan air laut Tanjung Benoa,” katanya, kemarin.

Menurutnya kajian itu juga menyebut idealnya dibangun dua jalur baru yakni Denpasar- Nusa Dua sepanjang 7,5 km dan Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua sepanjang 4,5 km.
Jalan tol ini akan dibangun empat lajur untuk kendaraan roda empat, masing-masing dua dari arah Selatan dan Utara.

Usulan ini, lanjut Puasha, disampaikan secara langsung kepada Gubernur Bali Dewa Made Beratha oleh Datuk Khalid, direksi perusahaan konsorsium Gridcomm Shd.
Bhd. dan Isyoda Corporation Berhad. “Ketika bertemu gubernur Senin petang kemarin, Datuk Khalid didampingi istrinya yang juga penyanyi kondang Siti Nurhaliza. Yang pasti investor besar Malaysia itu sudah siap.” Dia menjelaskan selain ruas kendaraan roda empat juga akan dibangun jalur khusus sepeda motor, pejalan kaki dan jogging track.

Dalam proposalnya yang mereka namakan Proposed Bali Highway itu, investor juga mengusulkan perlunya tambahan fasilitas jalan layang (fly over) di persimpangan patung Dewa Ruci Jalan Bypass Ngurah Rai dan persimpangan patung Ngurah Rai, Tuban, Kuta.

Konsorsium mengajukan dua opsi, yakni melaksanakan pembangunan seluruh proyek dengan konsesi pengelolaan selama 35 tahun.

Seluruh hasil pungutan tol dikelola konsorsium karena biaya investasi di luar pembebasan lahan dan penyediaan pasir diperkirakan mencapai Rp4,102 triliun.

Opsi kedua, pembangunan proyek ditanggung Pemprov Bali, sedangkan konsorsium hanya sebagai kontraktor. Biaya untuk opsi ini lebih kecil, yakni Rp3,775 triliun. (k2)

Bisnis Indonesia

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s