Sejarah Berulang: M’sia sudutkan Anwar Ibrahim

KOMPAS, Senin, 30 Juni 2008 | 04:14 WIB

KUALA LUMPUR – Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, membantah tuduhan sodomi yang diarahkan Pemerintah Malaysia terhadap dirinya. Anwar Ibrahim berpendapat, tuduhan itu merupakan upaya Pemerintah Malaysia untuk mendiskreditkannya.

Dr Anwar yang pernah menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dicopot dari jabatannya pada tahun 1998 sebelum dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan sodomi dan korupsi. Embusan angin dukungan terhadap Anwar Ibrahim makin kencang sejak pemilu Malaysia, Maret lalu, saat aliansi oposisi meraih hasil suara terbaik di dalam sejarahnya.

“Laporan polisi soal tuduhan sodomi yang diarahkan ke saya benar-benar rekayasa,” kata Dr Anwar dalam pernyataannya yang dibacakan pengacaranya di hadapan sekitar 200 pendukung yang berkumpul di luar sebuah hotel di Malaysia. “Saya yakin kita menyaksikan berulangnya metode yang diterapkan pada saya pada tahun 1998 saat tuduhan palsu direkayasa di bawah tekanan,” demikian potongan pernyataan Dr Anwar.

Kepala kepolisian investigasi kriminal Kuala Lumpur, Ku Chin Wah, menjelaskan, seorang pria telah membuat laporan kepada polisi, Sabtu (28/6), yang berisi klaim bahwa Dr Anwar telah menyodomi pria tersebut. Sodomi di Malaysia dapat dihadapkan pada ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Ku Chin Wah mengatakan, polisi belum mempunyai rencana dalam waktu dekat untuk meringkus Anwar meskipun sebuah SMS yang dikirim Partai Keadilan Rakyat pimpinan Anwar berisi peringatan tentang kemungkinan mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia itu diseret ke tahanan pada akhir pekan lalu. Ku Chin Wah menolak menjelaskan pelapor yang mengaku telah disodomi.

Namun, Partai Keadilan Rakyat menyebutkan pelapor adalah asisten pribadi Anwar, Saiful Bahari. Partai oposisi tersebut yakin Saiful Bahari telah dipaksa untuk membuat tuduhan itu.

Koalisi berkuasa Barisan Nasional mengalami kekalahan di pemilihan umum yang merupakan terburuk dalam 50 tahun terakhir saat kehilangan mayoritas dua pertiga suara parlemen. Barisan Nasional memerlukan dua pertiga kursi untuk memenangkan cukup mayoritas suara dan membentuk pemerintahan.

Dr Anwar mengaku telah meraih kesepakatan tertutup dari sekitar 30 anggota parlemen Barisan Nasional yang ingin membelot ke oposisi atau cukup untuk menyusun kekuatan menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Abdullah Badawi. Dr Anwar tidak mencalonkan diri dalam pemilihan umum Maret lalu karena terlilit tuduhan korupsi yang melarangnya menduduki jabatan politik selama 5 tahun. Larangan itu berakhir April lalu dan Anwar Ibrahim telah mengisyaratkan keinginan untuk kembali bergabung dengan parlemen lewat proses pemilihan khusus.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s