Malaysia akan larang majalah Katolik guna kata “Allah”?

Mahkamah Tinggi Malaysia akan memutuskan boleh atau tidaknya penggunaan kata Allah
dalam majalah mingguan Katolik The Herald – sebuah koran tabloid
Katolik, pada Senin, 5 Mei 2008.

Hakim Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur, Lau Bee Lan, menetapkan tanggal
keputusan itu setelah mendengarkan argumentasi dari kedua belah pihak
terkait kasus itu, demikian tulis harian Utusan Malaysia, Rabu.

Gereja Katolik telah mengajukan gugatan ke pengadilan karena
Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan Kerajaan Malaysia telah
melarang penggunaan kata Allah dalam penerbitan. Mereka menilai
larangan itu adalah ilegal karena kata Allah bukan milik ekslusif
agama Islam, tapi juga Katolik.
Dalam gugatan itu, Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan Kerajaan
Malaysia menjadi tergugat.

Sedangkan pihak tergugat mengatakan, mingguan Katolik itu telah
menerima izin penerbitan dari Departemen Keselamatan Dalam Negeri dan
dalam UU penerbitan itu sudah memiliki panduan tersendiri.

ANTARA

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s