Politik Islam Menguat

Tesis apa yang bisa kita buat melihat beberapa hasil PILKADA (pemilihan kepala daerah) langsung? Kekuatan politik Islam di Indonesia tengah bangkit. Malah bukan di sini saja. Di Malaysia pun, hasil Pilihan Raya Umum 12 (PRU 12) menunjukkan kepada kita fenomena yang sama. Kebangkitan poilitik Islam.

Tanda-tanda kebangkitan politik Islam di Indonesia sebenarnya sudah mulai nampak ketika pada Pemilihan Umum 2004 lalu PKS (Partai Keadilan Sejahtera) tiba-tiba muncul sebagai kekuatan baru, meskipun ia baru didirikan dan baru pertamakali ikut PEMILU. Hebatnya lagi, PKS juga memenangi PEMILU di ibukota Jakarta. Malah belakangan presiden PKS, Hidayat Nurwahid, dilantik menjadi ketua MPR.

Minggu lalu, beberapa partai politik besar di sini dikejutkan dengan kemenangan jago-jago PKS yang berkongsi dengan partai Islam lain di pemilihan kepala daerah (PILKADA). Pasangan HADE (Heryawan dan aktor pelakon Dede Yusuf) berjaya di pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat. Pasangan ini diusung oleh PKS dan PAN (Partai Amanat Nasional) yang berbasis dukungan dari warga Muhammadiyah. Beberapa hari kemudian, jago PKS yang dipasangkan dengan jago dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Syamsul Arifin dan Gatot, memenangi hitungan cepat di pemilihan gubernur Sumatera Utara.

Fenomena ini mengejutkan, bukan saja karena PKS dan partai-partai Islam yang berkongsi bersamanya menang, tetapi terlebih karena kemenangan itu diraih di wilayah yang secara tradisi adalah wilayah yang selalu dimenangi oleh partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar. Lihat saja, betapa yakinnya PDIP akan memenangi PILKADA Jawa Barat sehingga ketua umumnya, Megawati Sukarno Putri, pernah menyatakan bahwa, “Kalau PDIP kalah di Jawa Barat, saya tidak akan maju ke pemilihan presiden 2009.”

Ternyata PDIP dan Golkar tersungkur di 2 daerah yang secara tradisi menjadi lumbung perolehan suara mereka. Jadi, apakah Megawati batal mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2009? Apakah Jusuf Kalla, yang sekarang Wakil Presiden dan juga Ketua Golkar akan aman di kursinya? Angkatan Muda Golkar baru saja menyampaikan desakan kepada Jusuf Kalla untuk mundur dari kursi ketua umum Golkar karena kekalahan Golkar di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Dalam kasus lain desakan mundur juga disampaikan beberapa hali UMNO kepada Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Abdulah Badawi yang akrab disebut Pak Lah. Tun Mahathir, bekas PM, malah terang-terangan dan tak kenal henti mendesak penerusnya itu mundur karena kegagalan UMNO memperolehi suara mayoritas 2/3 di PRU 12. Hasil PRU 12 memang sangat mengejutkan. Sulit dibayangkan UMNO kalah, malah kehilangan 5 negeri. Apa yang terjadi? Masalah perkauman, dan kekecewaan rakyat terhadap situasi terkini mungkin jawabannya.

Kekuatan bekas Timbalan Perdana Menteri (TPM), Anwar Ibrahim, yang pernah dipenjarakan Mahathir memang berhasil menyatukan barisan pembangkang. PAS, MCA, Partai Keadilan, memang bersatu padu melawan partai penguasa. Paling tidak untuk saat ini. Tapi PAS dan PK yang disokong kuat oleh kaum Islam Melayu, sekurang-kurangnya juga menguatkan fenomena kebangkitan partai-partai Islam di kawasan ini.

Apakah tesis bahwa politik Islam bertambah kuat memang benar adanya?

1 Comment

  1. Saya senang karana itu berarti kita mempunyai peluang untuk adanya perubahan. Tapi saya juga cemas, jangan-jangan Indonesia akan menjadi negara Islam. Dengan syariuah Islam pula. Walah……… Cape deh!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s